Monday, August 20, 2007

OPINI

Opini Sebagai Tugas

Berdasar Pantun Gaul nomor 19-24

SIFAT KEBIASAAN MANUSIA

Gilang Rustejo

JAM KARET

Entah dari mana kebiasaan buruk ini berasal? Semua orang pasti pernah melakukannya, “jam karet” bukan jam tangan maupun jam dinding. Jam Karet merupakan kebiasaan buruk manusia menyepelekan waktu. Mungkin jam karet lebih menghancurkan daripada senjata pemusnah masal paling canggih! Pengguna jam karet bisa membuat kekacauan dengan keterlambatannya, bisa merusak suatu sistem yang sudah disusun bersama, bahkan menyebabkan kegagalan pada sistem tersebut.

Pada seseorang yang sudah terbiasa dengan kesantaian atau lebih tepatnya kemalasan yang sangat tidak disiplin dan tidak menghormati waktu, maka baginya adalah kerugian! Para pengguna jam karet dapat kehilangan semua hal yang ada disekitarnya. Mereka akan kehilangan kesempatan yang tidak akan pernah mereka dapatkan lagi. Kerugian baginya dalam segala yang ada di sekitarnya maupun apa yang dimilikinya! Maka dari itu jangan pernah meremehkan waktu sedikitpun!

Semua penyesalan pasti akan datang terlambat. Maka dari itu, bersiaplah dengan semua hal yang akan terjadi dengan melakukan hal yang terbaik yang dapat dilakukan!

KKN

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme merupakan penyakit yang dimulai dari kebiasaan.

Korupsi mungkin dimulai dari kebiasaan seseorang yang tamak. Dengan meminta uang yang berlebih dari seharusnya para calon koruptor akan menggunakannya seolah-olah maksimal. Mereka berusaha berakting bahwa apa yang mereka lakukan adalah maksimal. Ada dari mereka kadang berakting seolah mereka melakukan banyak pengorbanaan untuk melakukan pekerjaan itu. Mereka melakukannya hingga mereka berhasil menggondol dana sebanyak mungkin. Lalu mereka ingin mengulang lagi karena merasa berhasil. Akhirnya bagai tikus kelaparan mereka semakin gila dan menyerobot semua yang bisa didapat tanpa berpikir.

Kolusi juga dikarenakan perasaan yang harus dimiliki setiap orang yaitu perhatian kepada saudara dekat. Tetapi kadang-kadang kita salah dalam tekanan dari orang di sekitar kita sehingga membuat keputusan yang sering salah. Keputusan memasukkan saudara kita yang kurang berkompeten dalam susatu perusahaan atau pemerintahan dalam posisi yang tinggi. Hal ini mungkin juga disengaja oleh kita agar semua keluarga kita memperoleh strata yang sama tinggi. Seperti pada keluarga peguasa orde Baru. Hal ini dapat mengkibatkan kemunduran suatu perusahaan atau Negara, karena kekurang mampuan saudara kita dalam menyelesaikan masalah yang harus mereka hadapi.

Mungkinkah penyakit-penyakit tersebut dapat dihilangkan dari Negeri ini? Mengingat bahkan kita juga melakukannya!

BERBUAT BAIK

Selain kebiasaan manusia yang kurang baik, manusia juga melakukan perbuatan dasar mereka berbuat kebaikan. Merupakan sifat dasar manusia membutuhkan manusia lain untuk melangsungkan hidupnya. Maka manusia saling berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan kehidupan bersama. Mereka melakukan semua itu dengan penuh kesadaran demi memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Akhirnya setelah mereka melakukan berbagai bentuk kerjasama itu munculah keinginan berbuat lebih untuk teman kerjasama mereka. Manusia kemudian saling berbuat baik sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan bagi manusia yang telah bekerjasama.

Berbuat baik sangat mendukung berbagai kerjasama manusia di dunia tentunya. Karena seseorang akan lebih memberikan yang terbaik bagi manusia lain jika mereka merasa dihormati dengan diperlakukan dengan baik. Manusia akan sangat senang dengan perlakuan baik yang diterimanya. Maka dari itu sebagai manusia yang beradab, kita selayaknya berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Berbagai sifat manusia mungkin sulit ditebak dan tentu sangatlah banyak jenisnya. Maka dari itu marilah selalu berbuat yang terbaik bagi orang orang di sekitar kita, agar semua manusia dapat merasakan keharmonisan dan indahnya kedamaian!






Opini sebagai tugas

Berdasar Bencana Yang terjadi di Indonesia

BENCANA ALAM INDONESIA

Gilang Rustejo

Tsunami

Pernahkah kita bermimpi bahwa Tsunami terjadi menimpa kita? Kita semua yang tidak mengalami hanya bisa melihat dari berbagai media cetak maupun elektronik. Seperti terjadi baru-baru ini di Cilacap Jawa Tengah atau yang telah berjalan hampir dua tahun di Aceh.

Kita mengetahui dampak sangat merusak Tsunami kebanyakan dari cerita buku-buku berbagai ilmu pengetahuan dan media elektronik. Tetapi kita berpikir bahwa berbagai bencana terjadi memang salah manusia sendiri. Memang sebagian besar dari bencana alam di dunia merupakan salah manusia dalam merusak keseimbangan alam. Tetapi yang lain adalah memang kejadian alam murni dalam menjaga keseimbangannya. Namun, pernahkah terpikir oleh kita bahwa bencana dapat dibuat sengaja oleh manusia?

Pikiran yang sangat mengerikan tentunya mengingat teknologi manusia sekarang sudah begitu majunya. Dengan teknologi NASA kita sudah dapat menuju luar angkasa tanpa batas. Dengan berbagai ilmuan yang bekerja di bidang pengembangan nuklir bukankah sangat mungkin membuat rekayasa bencana alam. Mereka bisa saja membuat kesalahan dengan meledakkan nuklir atau senjata lain yang memiliki daya jangkau jauh dan kekuatan besar di dasar laut dan menciptakan Tsunami. Dengan kekuatan media, kegiatan para ilmuan sangatlah dirahasiakan dan dilindungi oleh media pemerintah. Sangat mengerikan tentunya jika manusia dapat mengendalikan bencana itu tentunya! Mereka dapat menghancurkan seluruh pantai di dunia dengan tanpa dicurigai oleh masyarakat dunia karena hanya dikira bencana alam biasa.

Gempa Bumi

Bulan Mei lalu kita merasakan gempa di Jojakarta dan sebagian Jawa Tengah. Bahkan tercatat terasa hingga ke Subaya dan Bandung. Media di Indonesia hanya diberitau BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) kemudian memberitakan gempa hanya berasal dari satu sumber gempa yaitu di Selatan Pulau Jawa. Tetapi badan penelitian kegempaan di Amerika mengutarakan bahwa gempa berasal dari lebih dari satu sumber gempa. Mereka dari nun jauh di sana mendeteksi ada sumber gempa di laut dan di darat. Memang BMG kita tidak memasang alat penghitung kekuatan gempa (Seismograf) di dekat situ, tetapi memasang di dekat Gunung Merapi yang waktu itu sedang dalam pengawasan maksimal dengan keaktifannya.

Berbagai gempa terjadi kemudian hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa tempat yang diperhitungkan terkena dampak tumbukan Lempeng Benua Asia dan Lempeng Benua Australia. Besar gempa tersebut bukan main besarnya mulai dari 4,5-6,1 skala richter terjadi beruntun di Indonesia. Memang tidak pernah ada dalam pikiran kita bahwa bencana alam di dunia belakangan ini adalah memang perbuatan sengaja dari manusia melainkan memang kehendak dari sang pencipta.

Tetapi sekali lagi apakah tidak mungkin dilakukan manusia yang memiliki teknologi super dan merasa sebagai penguasa dunia. Dengan teknologi Stealth (siluman) dalam bidang militer saat ini yang sedang dikembangkan negara maju. Dimungkinkan mereka meluncurkan senjata dari jarak sangat jauh dan meledakkanya di dalam bumi lalu menciptakan gempa yang sagat merusak di permukaan bumi. Munkin juga semua pendapat ini hanya paranoid dari sekelompok orang yang terlalu sering memperhatikan kemajuan teknologi militer dunia atau memang benar begitu adanya?!?

Sebagai orang berpendidikan kita seharusnya harus pandai mengolah setiap informasi secara utuh dan mengolahnya dengan akal sehat! Namun, jangan pernah menyalahkan diri jika ternyata pernyataan yang diutarakan oleh sekelompok paranoid itu benarbenar terjadi!

No comments:

Post a Comment