Monday, August 20, 2007

OPINI

Opini Sebagai Tugas

Berdasar Pantun Gaul nomor 19-24

SIFAT KEBIASAAN MANUSIA

Gilang Rustejo

JAM KARET

Entah dari mana kebiasaan buruk ini berasal? Semua orang pasti pernah melakukannya, “jam karet” bukan jam tangan maupun jam dinding. Jam Karet merupakan kebiasaan buruk manusia menyepelekan waktu. Mungkin jam karet lebih menghancurkan daripada senjata pemusnah masal paling canggih! Pengguna jam karet bisa membuat kekacauan dengan keterlambatannya, bisa merusak suatu sistem yang sudah disusun bersama, bahkan menyebabkan kegagalan pada sistem tersebut.

Pada seseorang yang sudah terbiasa dengan kesantaian atau lebih tepatnya kemalasan yang sangat tidak disiplin dan tidak menghormati waktu, maka baginya adalah kerugian! Para pengguna jam karet dapat kehilangan semua hal yang ada disekitarnya. Mereka akan kehilangan kesempatan yang tidak akan pernah mereka dapatkan lagi. Kerugian baginya dalam segala yang ada di sekitarnya maupun apa yang dimilikinya! Maka dari itu jangan pernah meremehkan waktu sedikitpun!

Semua penyesalan pasti akan datang terlambat. Maka dari itu, bersiaplah dengan semua hal yang akan terjadi dengan melakukan hal yang terbaik yang dapat dilakukan!

KKN

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme merupakan penyakit yang dimulai dari kebiasaan.

Korupsi mungkin dimulai dari kebiasaan seseorang yang tamak. Dengan meminta uang yang berlebih dari seharusnya para calon koruptor akan menggunakannya seolah-olah maksimal. Mereka berusaha berakting bahwa apa yang mereka lakukan adalah maksimal. Ada dari mereka kadang berakting seolah mereka melakukan banyak pengorbanaan untuk melakukan pekerjaan itu. Mereka melakukannya hingga mereka berhasil menggondol dana sebanyak mungkin. Lalu mereka ingin mengulang lagi karena merasa berhasil. Akhirnya bagai tikus kelaparan mereka semakin gila dan menyerobot semua yang bisa didapat tanpa berpikir.

Kolusi juga dikarenakan perasaan yang harus dimiliki setiap orang yaitu perhatian kepada saudara dekat. Tetapi kadang-kadang kita salah dalam tekanan dari orang di sekitar kita sehingga membuat keputusan yang sering salah. Keputusan memasukkan saudara kita yang kurang berkompeten dalam susatu perusahaan atau pemerintahan dalam posisi yang tinggi. Hal ini mungkin juga disengaja oleh kita agar semua keluarga kita memperoleh strata yang sama tinggi. Seperti pada keluarga peguasa orde Baru. Hal ini dapat mengkibatkan kemunduran suatu perusahaan atau Negara, karena kekurang mampuan saudara kita dalam menyelesaikan masalah yang harus mereka hadapi.

Mungkinkah penyakit-penyakit tersebut dapat dihilangkan dari Negeri ini? Mengingat bahkan kita juga melakukannya!

BERBUAT BAIK

Selain kebiasaan manusia yang kurang baik, manusia juga melakukan perbuatan dasar mereka berbuat kebaikan. Merupakan sifat dasar manusia membutuhkan manusia lain untuk melangsungkan hidupnya. Maka manusia saling berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan kehidupan bersama. Mereka melakukan semua itu dengan penuh kesadaran demi memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Akhirnya setelah mereka melakukan berbagai bentuk kerjasama itu munculah keinginan berbuat lebih untuk teman kerjasama mereka. Manusia kemudian saling berbuat baik sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan bagi manusia yang telah bekerjasama.

Berbuat baik sangat mendukung berbagai kerjasama manusia di dunia tentunya. Karena seseorang akan lebih memberikan yang terbaik bagi manusia lain jika mereka merasa dihormati dengan diperlakukan dengan baik. Manusia akan sangat senang dengan perlakuan baik yang diterimanya. Maka dari itu sebagai manusia yang beradab, kita selayaknya berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Berbagai sifat manusia mungkin sulit ditebak dan tentu sangatlah banyak jenisnya. Maka dari itu marilah selalu berbuat yang terbaik bagi orang orang di sekitar kita, agar semua manusia dapat merasakan keharmonisan dan indahnya kedamaian!






Opini sebagai tugas

Berdasar Bencana Yang terjadi di Indonesia

BENCANA ALAM INDONESIA

Gilang Rustejo

Tsunami

Pernahkah kita bermimpi bahwa Tsunami terjadi menimpa kita? Kita semua yang tidak mengalami hanya bisa melihat dari berbagai media cetak maupun elektronik. Seperti terjadi baru-baru ini di Cilacap Jawa Tengah atau yang telah berjalan hampir dua tahun di Aceh.

Kita mengetahui dampak sangat merusak Tsunami kebanyakan dari cerita buku-buku berbagai ilmu pengetahuan dan media elektronik. Tetapi kita berpikir bahwa berbagai bencana terjadi memang salah manusia sendiri. Memang sebagian besar dari bencana alam di dunia merupakan salah manusia dalam merusak keseimbangan alam. Tetapi yang lain adalah memang kejadian alam murni dalam menjaga keseimbangannya. Namun, pernahkah terpikir oleh kita bahwa bencana dapat dibuat sengaja oleh manusia?

Pikiran yang sangat mengerikan tentunya mengingat teknologi manusia sekarang sudah begitu majunya. Dengan teknologi NASA kita sudah dapat menuju luar angkasa tanpa batas. Dengan berbagai ilmuan yang bekerja di bidang pengembangan nuklir bukankah sangat mungkin membuat rekayasa bencana alam. Mereka bisa saja membuat kesalahan dengan meledakkan nuklir atau senjata lain yang memiliki daya jangkau jauh dan kekuatan besar di dasar laut dan menciptakan Tsunami. Dengan kekuatan media, kegiatan para ilmuan sangatlah dirahasiakan dan dilindungi oleh media pemerintah. Sangat mengerikan tentunya jika manusia dapat mengendalikan bencana itu tentunya! Mereka dapat menghancurkan seluruh pantai di dunia dengan tanpa dicurigai oleh masyarakat dunia karena hanya dikira bencana alam biasa.

Gempa Bumi

Bulan Mei lalu kita merasakan gempa di Jojakarta dan sebagian Jawa Tengah. Bahkan tercatat terasa hingga ke Subaya dan Bandung. Media di Indonesia hanya diberitau BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) kemudian memberitakan gempa hanya berasal dari satu sumber gempa yaitu di Selatan Pulau Jawa. Tetapi badan penelitian kegempaan di Amerika mengutarakan bahwa gempa berasal dari lebih dari satu sumber gempa. Mereka dari nun jauh di sana mendeteksi ada sumber gempa di laut dan di darat. Memang BMG kita tidak memasang alat penghitung kekuatan gempa (Seismograf) di dekat situ, tetapi memasang di dekat Gunung Merapi yang waktu itu sedang dalam pengawasan maksimal dengan keaktifannya.

Berbagai gempa terjadi kemudian hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa tempat yang diperhitungkan terkena dampak tumbukan Lempeng Benua Asia dan Lempeng Benua Australia. Besar gempa tersebut bukan main besarnya mulai dari 4,5-6,1 skala richter terjadi beruntun di Indonesia. Memang tidak pernah ada dalam pikiran kita bahwa bencana alam di dunia belakangan ini adalah memang perbuatan sengaja dari manusia melainkan memang kehendak dari sang pencipta.

Tetapi sekali lagi apakah tidak mungkin dilakukan manusia yang memiliki teknologi super dan merasa sebagai penguasa dunia. Dengan teknologi Stealth (siluman) dalam bidang militer saat ini yang sedang dikembangkan negara maju. Dimungkinkan mereka meluncurkan senjata dari jarak sangat jauh dan meledakkanya di dalam bumi lalu menciptakan gempa yang sagat merusak di permukaan bumi. Munkin juga semua pendapat ini hanya paranoid dari sekelompok orang yang terlalu sering memperhatikan kemajuan teknologi militer dunia atau memang benar begitu adanya?!?

Sebagai orang berpendidikan kita seharusnya harus pandai mengolah setiap informasi secara utuh dan mengolahnya dengan akal sehat! Namun, jangan pernah menyalahkan diri jika ternyata pernyataan yang diutarakan oleh sekelompok paranoid itu benarbenar terjadi!

RESUME Q

Resume Buku CRYSTAL CLEAR COMUNICATION

Rahasia kejernihan Komunikasi

Pengarang : Kris Cole

Penerbit : PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO : Jakarta

I. Ringkasan isi buku

Mengapa kita bekomunikaasi? Suatu penelitian menunjukkan bahwa 70% dari kesalahan di tempat kerja sepenuhnya akibat komunikasi yang payah. Tetapi ini hanyalah salah satu alasan berkomunikasai, sebenarnya banyak sekali alasan yang menyebabkan manusia berkomunikasi. Banyak faktor yang menyebabkan kesulitan berkomunikasi. Jika kesulitan-kesulitan ini tidak diatasi segera, maka alasan ketidakefektifan komunikasi tidak akan berkurang bahkan menyebabkan banyak kegagalan dalam berbagai hal yang tidak kita inginkan atau harapkan!

Komunikasi memeiliki pengaruh yang mendalam dalam kehidupan dan hubungan kita sehari-hari, dan yang lebih penting, dalam kualitas kehidupan keseharian serta hubungan kita.

Dasar komunikasi ada enam:

1. Segala yang kita lakukan adalah komunikasi

2. Cara pesan disampaikan selalu mempengaruhi bagaimana pesan itu diterima

3. Komunikasi yang sebenarnya adalah pesan yang diterima, bukan yang diharapkan untuk ditrima

4. Cara kita memulai pesan sering kali menentukan hasil komunikasi

5. Komunikasi merupakan jalan dua arah, kita harus memberi tak hanya menerima

6. Komunikasi adalah tarian, berbeda setiap saat

Semua ini merupakan enam batu fondasi pembentuk dasar komunikasi. Selanjutnya bagaimana kita akan menggali cara memenfatkan dasar-dasar tersebut dengan sebaik-baiknya.

Suara Anda merupakan sebuah insrumen. Maksudnya cara Anda menyampaikan kata-kata tersebut, nada, tinggi-rendah suara dan volume, kecepatan, dan juga tekanan pada setiap kata yang Anda ucapkan. Tidak hanya akan mempengaruhi pesan yang diterima, tetapi juga kesan pertama.

Penekanan pada setiap kata juga akan memepengaruhi bagaimana pesan itu diterima. Karena perubahan penekanan pada satu kata pada kalimat yang sama akan mengubah keseluruhan arti dari kalimat tersebut.

Gunakan nada, volume, kecepatan, dan tinggi-rendah suara untuk efek terbaik. Nada suara kita merupakan kualitas suara kita karena menunjukan warnanya. Perubahan nada suara mengekpresikan perasaan, emosi, dan perbedaan arti. Cepat atau lambat, tingggi atau rendah, cara kita bicara memepengaruhi cara oranglain memandang kita dan menerimapesan kita.

Kita tidak dilahirkan dengn cara bicara tertentu. Namun, kita mengembangkan karakteristik-karakteristik nada, kecepatan, volume, dan juga tinggi rendah suara kita melalui pengalaman dan kebiasaan, tanpa pemikiran atau kehendak sadar. Ini merupakan hal yang disayangkan karena suara maunusia merupakn instrument yang kaya dan variatif, dan dengan latihan ia dapat meningkatkan dan memperbaiki pesan kita hingga dapat memastikan bahwa pesan yang diterima nanti artinya tidak jauh berbeda dengan yang kita maksudkan.

Berkomunikasi secara efektif lebih seperti bernegoisasi terhadap serangkaian penghalang. Ada halangan dari dalam diri kita yang disebut sebagai filter/saringan, yang berfungsi untuk menyaring informasi dan pesan-pesan, membatasi pemahaman kita juga efektivitas komunikasi kita. Ada juga halangan dari lingkungan luar kita yang dapat merusak komunikasi.

Waspadailah saringan komunikasi, karena sebagian saringan tersebut merupakan penghalang dari berhasilnya suatu komunikasi. Saringan tersebut pada umumnya berupa pikiran yang mudah menerawang, tidak perhatian, selektif mendengar(hanya ingin mendengar apa yang disukai), gagasan-gagasan yang tidak dapat diubah dan beberapa bentuk negatif lain.

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah mengurangi halangan komunikasi dan mengatasi segala perbedaan/ketidakcocokan. Hal penting yang harus didingat tentang serangkaian rintangan ini adalah bahwa hal ini dapat terjadi pada siapa saja. Kita semua memiliki serangkaian halangan yang unik. Menyadari hal tersebut dan berkeinginan untuk mengatasinya, dikombinasikan dengan kesabaran dan pengertian terhadap halngan –halangan yang dimilik oran lain, dalam jangka panjang akan membuat komunikasi kita menjadi lebih efektif.

Hukum Psikologi Timbal Balik memiliki pendapat bahwa tinkah laku menghasilkan tingkah laku. Maksudnya, orang cenderung memeperlakukan kita sebagaiman kita memeperlakukan mereka. Kita menuai apa yang kita tanam. Kita merasa senang jika kita diprlakukan baik maka kita juga harus memprlakukan orang lain dengan baik. Jadi yang perlu kita lakukan adalah memutuskan bagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Kemudian kita memperlkukan mereka dengan cara sepeti itu, dan Bingo! Sebenarnya, tidak sesederhana itu; namun hal itu sangat baik dan lebih sering berhasil dari pada gagal.

Anda dapat memilih tingkah laku anda agar mendapat apa yang anda ingin orang lain perlakukan pada anda. Perlakuan kita terhadap orang lain umumnya bergantung pada tiga hal: Bagaiman mereka memperlakukan kita, Penempatan Kontrol(Locus of Control), dan Pola pikir kita.

Penempatan kontrol atau menguasai emosi kontrol merupakan suatu kemampuan orang menempatkan kontrol emosi. Ada penempatan internal dan eksternal. Penempatan internal lebih baik karena dapat mengengendalikan emosi walau mendapat tekanan dari luar. Sedangkan penenpatan eksternal berarti melepaskan semua kontrol emosi dan membiarkan terombang ambing oleh keadaan lingkungan memeperlakukan kita. Jadi, orang lain dapat mempengaruhi tingkah laku kita dengan tingkah laku mereka hanya jika kita membiarkannya. Pilihan yang terahir Anda adalah milikilah posisi yang lebih kuat sehingga dapat mempertahankan kontrolterhadap berbagai situasi komunikasi, khususnya yang sulit, dimana kita terlibat. Ambilah komunikasi anda!

Cobalah untuk memahami permasalahan seseorang atau anda tidak akan mendapat apa-apa. Emphathy (empati) adalah suatu perasaan yang dapat mendekatkan kita sehingga dapat memahami dan memeperhitungkan cara pandang orang lain pada saat kita berkomunikasi dengan mereka. Ini menyangkut kemapuan kita untuk melihat suatu situasi dari sisi orang lain. Hal ini akan membantu kita agar tidak dijauhi oleh mereka dan membantu mereka agar lebih siap mendengar yang akan kita katakan.

Bagaiman cara agar kita lebih dekat dengan mereka yaitu dengan memahami kerangka pemikiran mereka. Kerangka pemikiran (Frame of Refernce) kita dibentuk oleh latar belakang dan pengalaman kita, hal-hal yang kita anggap peting, keyakinan, paradigma, dan pola piker kita. Tiap orang memiliki perbedaan dalam menentukan apa yang penting bagi mereka.

Semakin baik kita memahami Kerangka Pemikiran orang lain, dari mana ‘datangnya’ dan apa yan gpeenting bagi mereka, akan semakin mudah berkomunikasi dengan mereka. Untuk mencapai komunikasi yang berhasil kita harus menyamakan Kerangka Pemikiran kita dengan orang lain yang kita ajak berkomunikasi. Pada kenyataannya tidak ada manusia yang sama persis maka dengan banyaknya perbedaan yang kita miliki dengan orang lain. Dalam kasus ini kemampuan emphati kita sangat penting agar komunikasi berhasil. Semakin banyak kesamaan yang dicapai dengan emphatic alami maupun emphatic sadar kita bangun, mak akan berhasil suatu komunikasi. Karena Empati adalah keterampilan maka ia harus dilate h terus agar dapat kita gunakan secara alami.

Salah satu keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh para manajer yang berhasil adalah keterampilan untuk menyelesaikan konflik. Ada lima pendekatan terhadap penyelesaian konflik: Kerjasama(pendekatan menang-menang), Paksa(pendekatan menang-kalah), Menghindar(pendekatan kalah-kalah), Damai(pendekatan kalah-menang), dan Kompromi (pendekatan tidak ada yang benar-benar kalah atau benar-benar menang). Namun dibalik itu usahakan untuk bekerja samalah karena ini merupakan konsep yang paling berhasil.

Komunikasi adalah jalan dua arah, Anda tidak hanya menerima tapi juga memberi. Butuh minimal dua orang untuk berdansa. Harus ada saling menhargai. Karena kita akan menuai apa yang kita tanam. Saling memberikan informasi yang berguna, lalu mengumpulkan informasi yang baik. Ini adalah elemen yang sangat penting dalam komunikasi yang efektif.

Menghindari 11 dosa mematikan dalam komunikasi akan menjernih komunikasi itu sendiri. Dosa-dosa itu meliputi: Mendukung(mengevaluasi, menghibur, “coba-coba jadi psikolog” atau menjuluki, memberikan pernyataan yang sarkastikatau menyindir, mengajukan pertanyaan yan berlebiahn atau tidak pantas); Mengirim Sinyal(mengatur dan “menuntun”, mengancam, memberikan nasihat yang tidak diminta); Menghindari(bersikaptersamar, tidak mau membagi informasi, mengalihkan)

Mualilah dengan cara yang benar, karena hal ini akan menentukan hasilnya. Luangkanlah waktu beberapa saat untuk memikirkan kalimat pembuka Anda dapat menghemat waktu dan juga frustasi Anda. Pikirkan maksud Anda: mengapa Anda berkomunikasi? Berpikirlah sebelum Anda berbicara, sehingga anda dapat memulainya dengan cara yang benar.Membuat kerangka akan membantu anda dalam tiga cara yaitu: Pertama, membantu menuntun pembicaraan anda sesuai arah yang anda inginkan tanpa menyimpang; Kedua, membantu meluruskan harapan orang lain dengan harapan Anda sendiri terhadap percakapan ini; Ketiga, membuat pesan Anda lebih bisa diterima oleh orang lain.

Pilih kata-kata Anda demi kejelasan dan kekuatan. Pilihlah kata-kata yang tepat karena kata mempunyai kekuatan positif dan atau/negatif. Kata-kata dapat memicu sikap defensive dan memunculkan argumentasi, atau dapat menjadi pengaruh yang positif. Gunakan kata-kata yang netral agar tidak memancing konotasi pada penerimaan pesannya. Sebaiknya dalam penyampaian pesan sebaiknya memimilih kata kat yang spesifik yang memilikipersyartan: Jelas, Ringkas, Lengkap, Sopan, dan Konkret. Dalam pengucapannya ucapkanlah kata-kata anda dengan jelas dan perlahan agar dapat dipahami. Pilihlah kata-kata yang tepat, mudah diingat, dan memiliki kekuatan. Ada enam hal berguna agar kata mempunyai kekuatan: buatlah gambaran kata-kata, dukung kata-kata Anda dengan visualisasi, berikan demontrasi, sampaikan contoh-contoh dengan gaya bercerita, bicaralah dalam bahasa yang digunakan dan dapat dimengerti orang lain, dan frasekan kata-kata dalam bahasa yang digunakan orang lain.

Bicaralah untuk diri sendiri buka dunia-bahasa “saya” dan ketegasan. Milikilah pesan Anda sendiri dengan tidak menggunakan kata “Semuaorang tahu….? Tetapi mulai gunakan kata “Saya yakin….” Atau “Saya pikir…”. Bicaralah untuk diri sendiri jika anda tidak ditunjuk sebagai juru bicara resmi pada suatu kelompok. Gunakan kata “Saya” pada setiap kata milik. Ajukan pertamyaan yang sungguh-sungguh bukan pertanyaan palsu(pertanyaan paksaan, pertanyaan jebakan, pertanyaan hipotesis, pertanyaan imperatif, pertanyaan bertabir, dan pertanyaan yang diatur).

Berikan informasi yang baik bersikaplah tegas dan percaya diri. Kita semua mempnyai insting untuk bertahan hidup, begitu juga insting dalam berkomunikasi. Inting itu antara lain Insting berkelahi(fight insting), Insting menghindar(flight insting), dan yang terakhir Ketegasan dan percaya diri(assertiveness). Tetapi dua insting tersebut dapat menggangu komunikasi, maka dari itu kita harus melatih keterampilan ketegasan yang dapat menggantikan insting tersebut. Keterampilan tegas dan percaya diri(assertion skills) adalah keterampilan yang perlu dikembangkan agar komunikasi dapat berjalan lebih baik. Latihan ini meliputi jangan menyimpang/focus dalam penyampaian, carilah kesepakatan karena kesepakatan dapat membuat kedua pihak mencapai kebaikan, atasilah kritik secara tegas dan percaya diri dan dapat menggunakan pertanyaan negatif untuk mendapat detailnya, Jangan terlibat diskusi jika Anda tidak menginginkannya, bicaralah tentang diri Anda sendiri secara tegas.

Jangan samarkan pendapat Anda sebagai fakta jika itu bukan fakta. Terbukalah terhadap asumsi/dugaan agar Anda dapat membedakan fakta, fantasi, atau dongeng.

Bertanya jangan bercerita, ingat bahwa jika kita menggunakan kaliamat tanya sebagai ganti kalimat perintah negatif akan lebih diterima oleh orang lain. Gunakan pernyataan “saya” untuk hal-hal besar dan masalah yang jelas. Karena pernyataan itu tidak menyinggung orang lain dan lebih efektif. Gunakan pernyataan “saya” untuk menguatkan tingkah laku yang anda inginkan.

Jangan pernah mengatakan apa yang Anda sukai(atau tidak) tanpa mengatakan sebabnya. Ini berhubungan dengan berlangsungnya komunikasi agar berkelanjutan, penggunaan umpan balik dapat juga memancing komunikasi yang lebih kontitnyu. Itu juga agar didengarkan disamping Anda juga harus bersikap spesifik. Tunjukkan tingkah laku, bukan intepretasi atau “julukan-julukan” Anda. Bersikaplah konstruktif jangan destrutif untuk menjaga agar Anda didengar. Bersikap realistis akan lebih membantu orang lain memahami Anda. Umpan balik akan lebih baik jika kita menerima unpan lbih dulu. Bgi efek baik dari komunikasi tersebut dan selalu ikuti prinsip Tetap Ringkas dan Tulus(Keep It Short and Sincere). Tempatkan diri Anda pada pendapat yang sama dan kembangkan emphati agar dapat menerima pendapat orang lain dan komunikasi dapat lebih berjalan baik.

Mengumpulkan informasi yang berguna dan belajar memahami segala sesuatu menurut pandangan orang lain(emphaty). Berfokus pada pembicara dengan memberikan perhatian secara fisik maupun mental lakukan jga beberapa pengecekan agar pembicara merasa diperhatikan. Mendengar juga merupakan hadiah yang dapat Anda berikan kepada pembicara. Mendengarkan secara aktif akan lebih sulit dilakukan tetapi komunikasi akan menjadi lebih akurat. Mendengar aktif dapat digunakan pada beberap situasi untuk memancing keluarnya informasi, ketika ada konflik, untuk meyakinkan atau mendukung seseorang, dan juga dalam situasi emosional. Menggali keseluruhan cerita agar semua informasi dapat diterima. Guanakan pertanyaan terbuka sebagai pemicu keluarnya informasi yang lebih. Ajukan pertanyaan yang tepat dan hindari pertanyaan yang tidak berguna untuk mendapat hasil yang diinginkan. Gunakan pertanyaan yang umum, menyeldik, pengarah, berganda, dan tidak terucap. Membantu membuat asumsi dan peraturan menjadi lebih jelas. Bantulah dalam menganilisis perbandingan. Gunakan pertanyaan menyelidik tapi hindari mengintrogasi. Manfaatkan pertanyaan untuk menguji apakah pesan anda telah dipahami.

Perhatikan bahasa tubuh! Perbaikilah komunikasi Anda dengan bahasa tubuh. Pahami prinsip-prinsip dasar bahasa tubuh yang dimiliki semua manusia. Bahasa tubuh berawal dari dalam diri anda berupa harga diri atau kepercayaan diri. Harga diri dapat ditingkatkan dengan pertanyaan terhadap diri sendiri dan mengubah pikiran agar selalu berprasngka baik. Perhatikan kesan pertama Anda karena Anda hanya memiliki satu kesempatan untukmembuat kesan pertama yang baik. Perhatikan penampilan Anda secara mendetail karena 99% kesan pertama dilihat dari penampilan kita. Aturlah bahasa tubuh Anda agar dapat diterima sebagai sesuatu yang baik. Gunakan langkah-lahkah berikut untuk memperbaiki komunikasi Anda. “SO CLEAR”dimulai dari S untuk cara Anda duduk (sit) atau berdiri (stand) dan cara menggunakan ruang (space); O untuk keterbukaan (openness) ekpresi dan gerakan Anda; C untuk menunjukan betapa eksklusifnya (concentrate) Anda memusatkan perhatian pada lawan bicara; L untuk bagaimana Anda mencondongkan (lean) tubuh untuk menunjukkan perhatian, memberikan tekanan, atau mengurangi tekanan; E untuk cara Anda melakukan kontak mata (eye contact) untuk meyakinkan lawan bicara dan untuk memberikan atau mengurangi tekanan; A untuk kepantasan Anda menanggapi (appropriately) si pembicara; dan R untuk betapa relaks (relax) dan seimbangnya Anda saat berkomunikasi. Menjalin hubungan dengan bahasa tubuh juga dapat dilakukan ketika Anda dapat menyesuaikan diri dengan bahasa tubuh orang lain. Hubungan juga dapat terjalin dengan saling pengertian dan melalui penyesuaian dan peniruan. Mengarahkan pembicaraan dan menguji apakah lawan bicara Anda dapat mengikutinya adalah cara untuk menguji apakah Anda memiliki hubungan saling pengertian. Kita juga harus mengetahui bahasa tubuh orang lain agar kita dapat memahami mereka. Waspadai setiap gerakan tangan, kaki dan garukan sebagai sinyal positiv atau negativ. Hati-hati dalam mengiterpretasikan tanda-tanda tersebut.

Tuliskan untuk kejelasan dan persuasi agar lebih mudah memikirkan solusi yang lebih baik. Tetapi tulisan tersebut hendaknya harus mudah dibaca, mudah dipahami, dan menarik pembaca. Ringkas tulisan Anda agar lebih nyaman dibaca. Seleksi kata-kata Anda dengan hati-hati dengan memilih kata-kata pendek dari pada yang panjang, keluarkan frasa yang tidak perlu atau berlebihan, pisahkan kalimat majemuk, kurangi kerumitan kalimat, jangan bicara bertele-tele, Masukkan juga beberapa kalimat singkat-satu hingga sepuluh kata.

Buatlah tulisan yang persuasiv dan mudah dipahami. Maka dari itu gunakanlah tata bahasa yang yang yang benar. Atur materi yang hendak ditulis dengan spidergram (table laba-laba), tata ide-ide Anda cukupkan lalu tulis. Tetapi tulisa dengan jangn melupakan siapa pembaca Anda guanakan kalimat yang mudah dipahamidan sisipkan kata-kata informasi pendukung. Tempatkan informasi penting Anda di muka, buat juga pendahuluan dan kesimpulan. Tulis secara persuasive dengan menggunakan kata kerja yang kuat dan gunakan kata kerja aktif.

Poles tulisan Anda agar sesuai dengan kebutuhan pembaca. Buatlah tulisan Anda terlihat mengundang untuk dibaca. Gunakan Judul dan Subjudul. Gunakan pula kesimpulan pelaksanaan (executive summaries) agar mereka tahu kapan harus membaca, seberapa harus hati-hati dalam membacanya, bahkan apakah mereka harus membacanya. Tulis secara pribadi dan secara taktis dan jangan lupa membaca tulisan Anda sebelum menyerahkan pada pembaca. Koreksi dan periksa berulang-ulang kata-kata pada tulisan Anda sebelum Anda menyerahkannya!